SEBUAH NAMA SEBUAH CERITA
#SAMBUTAN DI PAGI HARI
Semua kisah ini dimulai saat aku
mulai melangkahkan kakiku ke asrama Al-Kamil...................!!
Ku coba
mengawali pagi nan cerah ini dengan membereskan barang yang akan ku bawa ke
asrama.Semua persiapan sudah ku rasa cukup.
#Terik matahari di siang hari
Awal masuk ke
asrama tersebut aku, panggil saja aku Kara, merasa canggung dan asing.Aku
merasa seperti seorang diri di kota yang mati.namun,untungnya ada teman SD ku
yang juga berasrama di Al-Kamil itu.Jadi.........sudah sedikit meringankan
bebanku,karena temanku tersebut,panggil saja Nesa ,dia orang yang sangat pandai
bergaul.
Hari demi hari
pun ku lalui dengan senyum,walau terkadang tangis masih saja menemaniku.
Perlahan namun
pasti,aku sudah bisa mulai beradaptasi dengan teman asrama dan teman
sekolahku.Dimulai dengan teman seangkatan ,kakak kelas,pengurus asrama ,dan
bapak/ibu guru.Di asrama,teman perempuan seangkatan ku anaknya mayoritas datang
dari keluarga yang bisa di anggap keluarga berduit,namun mereka tidak sombong
seperti anak-anak orang kaya yang lainnya,mereka mempunyai toleransi yang
tinggi.Sedangkan anak laki-lakinya,mayoritas berasal dari keluarga Kyai-Kyai
terkemuka di daerahnya.Kelas VIIA adalah kelasku,dan kelas VIIB adalah kelas
temanku,Nesa.
Kelas VII,adalah adik kelas yang paling kecil,sehingga
tidak heran kalau kakak kelas ataupun mbak-mbak Asramaku sering menyuruh aku dan
teman-temanku untuk melakukan ini dan itu .Bahkan terkadang aku pernah berfikir
bahwa mbak-mbak asramaku sedang
mempermainkan aku dan teman-temanku.
#WAKTU TERUS BERJALAN,DAN AKU PUN TERUS MENCOBA
BERTAHAN......
Naik ke kelas VII I.itulah yang
tertera dalam buku raporku.Akupun merasa senang,karena di samping itu aku akan
pulang kerumah.
2 minggu berlalu....
Saatnya untuk kembali ke asrama lagi.Walau terasa berat
,namun itu adalah sebuah amanat.
Baru saja menginjakkan kaki di depan pintu gerbang,aku
melihat beberapa teman seangkatanku yang tersenyum ramah kepadaku,aku pun
membalasnya dengan rasa ikhlas.Setelah pulang dari rumah biasanya aku mengajak
teman-temanku berkumpul di markas kita yaitu aula asrama.Setelah semuanya
terkumpul aku pun mengawali sebuah perkumpulan tersebut dengan cerita
pengalamanku selama di rumah,dan akhirnya mereka semua pun juga mulai cerita
tentang pengalaman mereka.
# PERTENGAHAN
KELAS VIII,,,
Pertengahan kelas
VIII menjadi awal konflik yang sengit antara aku dan temanku dengan kakak kelas
dan mbak-mbak asramaku.
Semua ini
berawal karena memang ulahku dan temanku yang sangat nakal dan
malas.Namun,menurutku itu adalah hal yang biasa terjadi pada anak seumuran
kita.Walau terkadang kita sering membangkang perintah pengurus pondok dan
bapak/ibu guru di sekolah.
Sering kali
nasihat,amanat ,bahkan teguran mampir di telingaku dan teman-temanku.Namun,itu
sudah jadi santapan kita sehari-hari.Aku sering kali berfikir,”apakah benar aku
dan teman-temanku sangat nakal dan malas???”kata-kata tersebut sering terngiang
dalam otakku,jikalau ustadz/ustadzah ataupun bapak/ibu guru menegurku dan
teman-temanku.
“Apakah aku dan teman-temanku se-malas dan se-nakal itu?”
#HARI TERUS BERPUTAR,LAYAKNYA BUMI YANG MEMUTARI MATAHARI
DENGAN POROSNYA.
Sambutan mentari yang ramah dan kicauan burung yang merdu,
membuatku bersemangat untuk memulai hari ini dengan penuh senyuman.
06.30
Jarum panjang menunjukan pukul 06.30,aku baru saja selesi
mandi,padahal sudah ngantri dari jam 05.30,namun biasalah ngantrinya yang butuh
kesabaran dan semangat perjuangan ‘45.
Tiba-tiba aku di kagetkan oleh sesosok cewek yang menepuk
pundakku.
”hai Kara,bagaimana nich tugas Bahasa Indonesianya???”tanya
cewek yang tadi menepuk pundakku,dan ternyata dia adalah Kania teman sekelasku.
”tugas apa???”tanyaku penuh rasa penasaran.bukanya nggak
ada tugas ya hari ini?tanyaku pada Kania.
”heh Kara,aku sih juga pengenya gag ada tugas,tapi ada
kowh,tadi kata Nesa”jawab Kania penuh perincian
.”tugasnya apa?”tanyaku.
”buat drama dan mengerjakan uji kompetensi 1,2 buku
paket”jawab Kania lagi.
Aku pun hanya bisa terdiam seribu kata,karena aku merasa
lelah dan sungguh merasa malas untuk mengerjakanya,berhubung juga jarum jam
sudah menunjukan pukul 06.45.
#AWAL SEBUAH KISAH....
“Woooooi...!!!cuyy..!!berangkat
sekolah yuk,udah jam 06.45 nich,ntar telat lagi.jam pertama hari ini PKn
lho..!!!Pak Nadzir lho..!!ntar di hukum suruh bersihin kamar mandi lho..!!!ayo
cepet,,cepet!!”seru Diva penuh rasa tergesa-gesa.
Aku dan Kania pun dengan sigap menyerobot tas yang berada
di atas meja setrikaan.
Tiba-tiba dari
belakang ada beberapa anak yang menarik-narik tasku pertanda minta di tunggui.
”Heh Kara tunggu aku,,seru Melly”
.”Tunggu aku juga,seru Mauly.”
“eh,,eh,,eh,,tunggu aku juga,”seru Nesa.
Aku,Kania,dan Diva.hanya bisa duduk termangu dengan rasa
heran,
“h kalian kok baru berangkat,?”tanya Diva ,
“bukannya kalian udah siap-siap dari tadi jam 06.10 ya??”lanjut
Diva dengan nada tinggi.
“Alah,,itu gag penting,yang penting,kita berangkat aja
sekarang, biar gag di hukum”.
”Siapa yang terakhir,traktir Bu Sairah”,,ucap Diva.
“1,2,3,,,,lariiiiiiiii.......!!!!”seruku,
dengan serempak dan sikap sigap kami pun berlomba agar tidak menjadi yang
terakhir.
#GERBANG SEKOLAH,,,,
“Woiii,,,,,Pak,Pak,Pak” seru kita serempak,,,,,,!!!
“Eits,,,tidak,,tidak,,,kalian ini sering telat jadi sekarang
berdiri diluar gerbang sini,kalian nggabung aja sama gerombolanya dion Jadi
patung sementara,Bapak mau ambil kunci gembok dulu,,,”kata Pak Wahyu,guru piket
hari ini.
__Berusaha berfikir untuk mencoba mencari kesempatan dalam
kesempitan.....
“Eh,Kara..!!terlambat
lagi?”tanya Aldi.Lah,
“liatnya gi mana?”jawabku angkuh.
“Halah,,udah,,udah jangan berantem melulu...”sentak Diva
dan dion kepadaku dan Aldi.Karena gerombolanku memang masyhur sering cek-cok
dengan gerombolan mereka.
“Woy
cowok-cowok,,kok kalian semua sering terlambat sih?”
.”padahal asrama kalian lebih deket dari pada asrama kita-kita”tanya Nesa pada segerombolan
cowok-cowok yang watados itu.
“Woy sob..!!!!”
“Aku punya ide cemerlang nich...”sergap Mario pada
gerombolanya...
“Ya,,ya,,,mentang-mentang
gag pernah akur jadi gag mau mbantuin kita nich,,,,”sindir Maully pada mereka.
“Iya nich,,,,katanya temen,kok malah mentingin yang
sepihak doang sich??”tambahan sindiran dari Nesa.
“Buat apa kita
mbantuin kalian,sedangkan kalian emang musuh bebuyutan kami...!!”jawab dion penuh
keangkuhan.
Guru piket pun
menghampiri kami,dion pun berusaha untuk
membohonginya,dengan mengatakan
”Pak,tadi di cari Bu BK,katanya suruh ke ruanganya
sekarang,PETING!!”kata Amath penuh keyakinan ,walau sebenarnya hanya sebuah
kebohongan belaka.
Pak Wahyu pun,terdiam sejenak,dan....
“Ya sudahlah kalian masuk ke kelas kalian masing-masing
sekarang”!!!!
“1 pesen bapak,kalian jangan sering-sering telat,ntar
nilai raport kalian di kurangi lho!!!OK,inget pesen bapak itu.”
“Sedangkan kalian
..!!Kara,Diva,Nesa,Maully,Melly,Kania.Bersihan halaman sekolah dan setelah itu
mengepel teras kepsek!!PAHAM!!seru Pak Wahyu”.Pak Wahyu pun perlahan namun
pasti meninggalkan aku dan teman-temanku yang sedari tadi mematung tanpa ekspresi.
“Ye,ye,ye.....!!!!!”
Seru
segerombolan cowok watados itu
mengejek kami,dan pertanda bendera peperangan mulai berkibar.
Teeeeeeet,,teeeeeeeeeeet,,teeeeeeeet,,,
Bel tanda
istirahatpun berbunyi,bersamaan tuntasnya hukuman kami.
“Kar”panggil
Nesa kepadaku.”Ada apa Nes?”jawabku.”Ke kantin yok?”ajak Nesa .“Boleh,”Aku
menyetujuinyanya.Tiba tiba Aku dan nesa di kagetkan oleh 2 sosok cowok yang
ternyata sedari tadi mengikutiku dan Nesa,dan,,,,
“Hai Kar!!!,hai
Nes!!!! Sapa Mario dan dion .Aku dan Nesa pun hanya berkata “hm”dengan memasang
wajah super bete’.”Githu aja marah....”ledek mereka kepadaku dan Nesa.Namun
apapun yang mereka lakukan tak mungkin menembus dinding kebencian ini.”Ya udah
kalau gag mau maafin”,seru mereka
pasrah.
DI KELAS VIIIC
Kebetulan kita (gerombolanku dan gerombolan Amath memang
di takdirkan sekelas)
Tuk,,tuk,,tuk,,
Langkah sepatu
itu menandakan Bu Naya,guru Fisika sekolahku akan segera datang.
Siang
anak-anak,sapa Bu Naya,dengan nada penuh kebijakan.Siang buu,,!!jawab kami
serentak.Tugas tadi yang ibu tugasi sebelum istirahat udah selesai??tanya Bu
Naya.Udah Bu”jawab mereka serntak.Sekarang kumpulin...!!sentak Bu Naya dengan
nada killernya .Dalam suasana seperti
ini Aku dan teman-temanku hanya bisa mematungkan diri dan pasrah jika memang
teguran itu akan datang menghampiri kami.
Fadhil ,hitung
bukunya..!!!seru Bu Naya..
30 bu,,,jawab
Fadhil.lho kok 30,?siapa yang belum ngumpulin?tegas Bu Naya.Akhirnya dengan
besar hati dan lapng dada Aku dan teman-temanku mengangkat tangan.
“Kalian!!!,,keluar kalian,dan jangan masuk sebelum pelajaraan saya
selesai.”seru Bu Naya kepada kami.Akhirnya kami pun keluar kelas dengan raut
muka lelah,letih,lesu lunglai,dan lemas.
Sob,kita ke
taman aja yok,buat sedikit nenangin pikiran.
DI DALAM KELAS.....
Siapa lagi yang belum ngumpulin tugas!!tegas Bu Naya
kembali.
Tiba –tiba terdengar suara,
Saya bu,seru Ameth.
Saya bu,seru Maziz.
Saya bu,seru Aldi.
Saya bu,seru Nanda.
Saya bu,Ryan.
Saya bu,seru Maulana.
OK,,kalian keluar sekarang..!!dan jangan masuk,sebelum
pelajaran saya selesai...!!!!
(gerombolanku sedang asyik bercanda,tiba-tiba..........)
Hayoo,,,,,!!!!!!
Kaget Amath dan kawan-kawanya.”kalian kayaknya lagi asyik
nich?boleh gabung?”tanya mereka.
Kami pun hanya bisa diam dan termangu bingung.
Kalian ngapain ke sini?gag ikut pelajaranya Bu Naya?tanya
ku pada mereka.
“Hm,,,ngapain
kita ikut pelajaranBu Naya,kalau sahabat-sahabat kita juga gag di perbolehin
ikut pelajarannya”.seru Maziz.
Haaah,kami hanya biasa melongo seribu bahasa.!!!!!!
Maksudnya
apa?tanya Kania.Kami berbuat seperti ini karna kalian adalah sahabat terbaik
kami,kami sadar,ternyata kalian selama ini itu baik terhadap kita-kita
semua,hanya kita saja yang menganggap bahwa di balik kebaikan kalian ada
maksud-maksud tertentu.ucap Nanda .Hm,,,buat apa kita punya maksud tertentu di
balik kebaikan itu,kami ikhlas kok bantu kalian semuanya,,,hm,,,apa kalian
ingat pas kejadian di minggu yang lalu?tanya ku disambung Kania.
He’em,sebelumnya makasih dan maaf
atas semua perilaku kita yang banyak
nyusahin kalian ya..!!ucap Ryan.
Ya,,,kami terima
ucapan makasih dan maaf kalian.sambut
Maully.
Lah,emangnya
kalian nggak ngerjain tugasnya Bu Nayakenapa?tanya Melly.
Ya,kami sengaja
nggak ngerjain tugasnya,demi kalian semua.seru Maulana.
Kami pun hanya
bisa tersenyum malu,karna ternyata gerombolan mereka tidak seburuk yang kami
bayangkan.
Sob,,,,bagaimana kalau kita bersahabat semuanya...!!!!
SAHABAT UNTUK SELAMANYA,,,,
SAHABAT YANG SELALU ADA DALAM SUKA MAUPUN DUKA.
YANG SELALU MAU MENGERTI DAN DI MENGERTI....!!!!ucapku dan
Amath.
He’em,,,,!!!!mereka semua menyanggupi ide ku dan Amath,,,,,
Dan Aku mewakili
gerombolanku melingkarkan jari kelingkingku ke jari kelingking Amath,sebagai
wakil dari kelompoknya sendiri.
Dan Maziz
mengucapkan kata...”THE SECOND” walaupun artinya yang kedua namun kita adalah
yang pertama,jangan dilihat dari arti katanya,namun lihatlah dari makana dan
kisahnya.ucap Ryan.
Dan akhirnya
kitapun tertawa bersama,sebagai tanda sahnya persahabatan kita.
Kenaikan sampai pertengahan kelas 3 (kita semua the
second)bagaikan perangko dan amplop .Kita selalu kompak dalam hal apapun.
KELULUSAN KELAS 3
Tepatnya hari H(hari pelepasan siswa-siswi kelas 3)kami
pergi ke sebuah tempat rahasia,tempat mangkal anak –anak the second,
Di sana kami berteriak..
“THE SECOND...GAG DA LOE!!!!GAG RAME...!!!”teriak kita
semua.
#Walaupun sekarang kita semua berpisah,namun Aku masih
teringat akan kisah-kisah yang penuh makna.Dan THE SECOND akan selalu ada
dimanapun dan kapanpunku berada.#
_TAMAT_
Mbak-mbak= panggilan kakak perempuan jawa
Watados=wajah tanpa dosa
Killer=galak(bahasa inggris)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar