GADIS KECIL DARI DESA PELOSOK YANG INGIN BERMETAMORFOSIS.. I PROMISE ABOUT IT!!!!!
Pengikut
Rabu, 20 Juni 2012
sudah baca + fav
Edensor
Apa yang dikatakan orang - Tulis resensi
Penilaian pengguna
| 5 bintang |
| ||
| 4 bintang |
| ||
| 3 bintang |
| ||
| 2 bintang |
| ||
| 1 bintang |
|
Ulasan Pengguna - Dian Putra S - Tandai sebagai tidak pantas
Aku
selesai membaca awal 2009, waktu itu banyak pekerjaan dan aku berusaha
untuk menyelesaikan bacaan buku ke-3 tetralogi laskar pengalangi ini...,
Isi sangat Inspiratif, menaikkan Mood, memberikan kesedaran bahwa
inilah Indonesia sesungguh di balik kaca mata orang-orang yang sukses
dan menimba ilmu di luar negri...<br>" Saya Ingat: Ini
Adalah Mimpi, Yang mewujudkannya hanya kerja keras dan niat yang
tercapai"<br>Mari Kawan-kawan Kita
bermimpi...............
Ulasan Pengguna - Tandai sebagai tidak pantas
Edensor
merupakan seri ke-3 dari tetralogi Laskar Pelangi. Cerita dibalik buku
Edensor berintisarikan pencarian jati diri oleh penulis. Kisah dimulai
dari petualangan penulis (Andrea Hirata) dengan Weh, seorang umat
manusia yang memiliki otak jenius namun harus memilih hidup sebagai
nelayan (yang 24 jam tinggal di perahunya) karena penyakit yang
dideritanya.<br>Pelaut Weh memberikan pelajaran hidup yang
sebenarnya kepada penulis. Weh membawa penulis mengarungi perairan
dengan perahunya. Hingga suatu saat penulis merasa untuk pertam kalinya
sebagai seorang lelaki, karena telah dipercayai dan berhasil sebagai
nakhoda di tengah malam yang gelap. Bagaimana mungkin hal tersebut dapat
dilakukan oleh seorang anak kecil belasan tahun?<br>Dilanjutkan
dengan kisah petualangan di Eropa. Di hari pertama ketibaan mereka di
Eropa, Penulis dan sepupunya Arai, tidur di taman, bermandikan butiran
salju. Malam itu suhu drop sampai dengan -19 derajat Celcius. Perlahan
tapi pasti, penulis merasa badannya kaku diterjang kedinginan salju.
Mungkin ajal telah dekat. Arai yang selalu bertindak sebagai pahlawan,
menidurkan penulis di atas tanah yang telah berubah menjadi balok salju.
Darah segar pun tampak mengalir dari hidung penulis, tampak jelas di
antara salju yang putih bersih. Arai selanjutnya menimbuni tubuh penulis
dengan daun-daun rowan yang membusuk. Ternyata daun-daunan tersebut
berhasil menghasilkap uap panas dan menghangatkan badan penulis. Sebuah
ilmu yang sangat berguna di waktu yang sangat tepat. Arai memang selalu
unik baik untuk ‘kegilaannya’ maupun kepintarannya.<br>Andrea
selalu membawa kertas cinta Edensor. Betapa dia ingin sekali bertemu
dengan A Ling, wanita yang dicintainya tersebut. Demikian dengan Arai,
membacakan puisi buat wanita yang dicintainya Zakiah Nurmala. Puisi
tersebut dibacakan pada tanggal 3 Juli, yakni hari kematian penyanyi
Legendaris Jim Morrison, dan di kuburan sang Legendaris itu pula.
Sementara seantero Paris memutar lagu yang sama, “End of Night”-nya Jim
Morrison.<br>Di masa liburan, penulis dan Arai ingin mewujudkan
mimpinya menjelajahi Eropa dan Afrika. Tapi mereka sadar, tidaklah mudah
untuk mewujudkan impian tersebut, butuh banyak uang. Akhirnya, melalui
bantuan seorang mahasiswa Amsterdam School Of The Arts, Famke Somkers.
Somkers dan teman-temannya mengubah penulis dan Arai menjadi seekor ikan
duyung dan anaknya. Dengan menggunakan kostum ikan duyung beserta
beberapa perlengkapan make-up, penulis dan arai dapat menjelajahi eropa
dan afrika.<br>Karena di Eropa sudah terbiasa budaya backpacker
(turis miskin-bepergian dengan mengeluarkan biaya sekecil mungkin,
termasuk membawa sleeping bag-), penulis dan Arai pun demikian. Dan
karena mereka berdua memegang Schenge Visa, memudahkan mereka
menjelajahi Eropa tanpa ada urusan antah belantah layaknya sekarang ini
di Asia.<br>Perjalanan mereka melalui Jerman, Denmark, Swedia,
Norwegia, Skandinavia, Finlandia dan yang lainnya. Di rusia yang
sebahagian besar wilayahnya adalah daratan, mereka harus memakan
dedaunan. Mereka juga pernah ditawari oleh seorang homo dan dibayar
dengan tinggi. Mereka pernah ditangkap polisi di Syzran, yang mana hal
paling berharga yakni Kompas dan Collins World Atlas mereka tertinggal
di kantor polisi tersebut.<br>Selain itu, mereka juga pernah
hampir mati di Rumania karena dihadang 4 orang pecandu narkoba, dan
diselamatkan oleh orang Indonesia yang terbuang di sana. Namun mereka
berjaya di Yunani dan Nabpaktos karena mereka mendapat sumbangan yang
sangat banyak dari hasil ngamen mereka sebagai ikan duyung dan anaknya.
Karena bergelimangan duit, mereka membeli barang-barang yang mereka
idamkan. Penulis membeli kacamata ray ban, celana cutbrai kordurai,
kemeja Manly Executive, sepatu Nike, ikat pinggang besar bergambar wajah
presiden Amerika, Benjamin Franklin, dan masuk salon untuk menata
rambut ala Bob Marley. Sementara Arai membeli jaket kulit, Bulu Cerpelai
dan Arloji.<br>Selain bertemu dengan orang Indonesia, mereka juga
bertemu dengan petinggi-petinggi kaum Muslimin di Afghanistan, Afrika.
Rabu, 13 Juni 2012
marvelous.....
teruntuk dia,,,
yang terhormat,,,tanggal 17 juni 2012...
makasii atas semua angka2 yang telah kau torehkan dalam kertas tugas matematika,,,,
mungkin masih di bilang remidi,,,
tapi.....
so,,,buat apa terus mengeluh,,
lakukan ajja...!!
bener2 pelajaran yang butuh PERHATIAN.
gag boleh di DUAKAN,,,,
yang terhormat,,,tanggal 17 juni 2012...
makasii atas semua angka2 yang telah kau torehkan dalam kertas tugas matematika,,,,
mungkin masih di bilang remidi,,,
tapi.....
so,,,buat apa terus mengeluh,,
lakukan ajja...!!
bener2 pelajaran yang butuh PERHATIAN.
gag boleh di DUAKAN,,,,
novel incerant.........
Saat Senja Tak Lagi Sama
Itulah
kebiasaan yang kini selalu dilakukan Kim Hyu-Bin bersama Yuna, adik
tirinya. Sebelum Yuna hadir dalam kehidupannya, Kim Hyu-Bin terkenal
sebagai anak tampan yang suka sekali berkelahi. Hal itu terjadi setelah
hubungannya dengan sang ayah kian merenggang sejak kematian sang ibu.
Kini, Kim Hyu-Bin bukan lagi orang yang sama seperti dulu. Ia lebih dewasa, lebih teratur, hidupnya pun lebih berwarna dan penuh tawa. Yuna, sang malaikat kecil, adalah jawaban dari semua itu.
Kehadiran Dirinya
Han Chae-Rin adalah nama wanita itu. Seorang perempuan yang bekerja di tempat yang sama dengan Kim Hyu-Bin. Menjengkelkan, tidak tahu terima kasih, dan sok adalah kesan pertama yang ditangkap Kim Hyu-Bin saat bertemu Han Chae-Rin.
Pertengkaran sudah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi mereka. Masa lalu Han Chae-Rin memaksanya untuk membenci setiap orang kaya yang ada di hadapannya. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi Kim Hyu-Bin. Han Chae-Rin memang suka bertengkar dengannya, tapi ia tidak membencinya. Bahkan Han Chae-Rin mencintainya.
Begitu pun dengan Kim Hyu-Bin. Kehadiran Han Chae-Rin ternyata mampu membuat emosinya bergejolak. Hubungan yang aneh di antara mereka perlahan mengubah perasaan Kim Hyu-Bin terhadap Yuna. Inikah cinta yang sebenarnya?
Rain Over Me karya Arini Putri merupakan kisah cinta yang pelik, namun menyenangkan untuk diikuti. Kehadiran seseorang nyatanya memang mampu mengubah hidup orang lain. Kebersamaan menimbulkan rasa ingin melindungi yang lebih dalam terhadap sesama. Namun, semua itu berbeda dengan cinta. Novel yang diterbitkan GagasMedia ini tidak hanya mengajak kamu untuk menyaksikan cinta segitiga antara Kim Hyu-Bin, Yuna, dan Han Chae-Rin. Tetapi juga cinta lain yang bertepuk sebelah tangan. Keihklasan mungkin menjadi jalan bagi mereka yang cintanya tak berbalas. Meski demikian, yakinlah bahwa cinta lain sedang menunggu untuk menyapa kembali. Manis, romantis, dan menyentuh hati.
BOOK review
Started on: 8.Juni.2012
Finished on: 9.Juni.2012
Buku ini dimulai dengan menceritakan bagaimana keempat sahabat ini bertemu; yaitu saat mereka masih duduk di bangku SMP Indonesia Jaya. Dimulai dari Sid, atau lengkapnya Sidharta Gautama; cowok berambut pirang yang pada hari pertamanya menemui banyak orang. Pertemuan pertamanya adalah ketika ia tak sengaja menginjak sepatu salah seorang murid, yang ia temukan bernama Orlando Aryan - atau lebih akrab disebut Lando. Orang kedua yang ia temui bermaa Cokie - yang berhasil membuat sekumpulan murid perempuan berkerumun di sekelilingnya, mengagumi sosoknya yang tampan. Dan yang terakhir adalah ketika ia melihat seorang murid yang tampak tenang dan terlihat seperti cerminan murid teladan yang bernama Rama.
Setelah perkenalan tentang bagaimana mereka bertemu pada awalnya, buku ini dilanjutkan dengan beberapa cerita pendek yang fokus pada setiap karakter satu-persatu. Dimulai dari cerita tentang kehidupan Lando yang berjudul Things to Treasure. Dalam bab ini, dikisahkan bagaimana dulu Lando adalah anak dengan keluarga yang berantakan, sehingga ia tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Hal tersebut membuatnya terjerumus dalam pergaulan yang salah selama beberapa waktu. Sampai kemudian ia dipertemukan dengan Sid, Cokie, dan Rama. Awalnya Lando menolak setiap kali ia diajak bermain sepakbola bersama mereka; namun lama-kelamaan, ia mulai merasa nyaman bersama dengan mereka.
Karakter terakhir adalah Cokie; dalam ceritanya yang berjudul Good Bye, diceritakan tentang hubungannya dengan Via sebagai sepasang kekasih yang sedang dilanda banyak masalah. Sebagai seorang perempuan yang memacari mantan playboy, Via harus melewati banyak cobaan dan ejekan dari banyak orang yang tidak bisa mempercayai bahwa Cokie memilihnya. Lewat cerita ini, ditunjukkan betapa susahnya mempunyai pacar yang sangat tampan dan dikagumi orang banyak, sedangkan Via sendiri hanyalah perempuan biasa saja.
Kini, Kim Hyu-Bin bukan lagi orang yang sama seperti dulu. Ia lebih dewasa, lebih teratur, hidupnya pun lebih berwarna dan penuh tawa. Yuna, sang malaikat kecil, adalah jawaban dari semua itu.
Kehadiran Dirinya
Han Chae-Rin adalah nama wanita itu. Seorang perempuan yang bekerja di tempat yang sama dengan Kim Hyu-Bin. Menjengkelkan, tidak tahu terima kasih, dan sok adalah kesan pertama yang ditangkap Kim Hyu-Bin saat bertemu Han Chae-Rin.
Pertengkaran sudah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi mereka. Masa lalu Han Chae-Rin memaksanya untuk membenci setiap orang kaya yang ada di hadapannya. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi Kim Hyu-Bin. Han Chae-Rin memang suka bertengkar dengannya, tapi ia tidak membencinya. Bahkan Han Chae-Rin mencintainya.
Begitu pun dengan Kim Hyu-Bin. Kehadiran Han Chae-Rin ternyata mampu membuat emosinya bergejolak. Hubungan yang aneh di antara mereka perlahan mengubah perasaan Kim Hyu-Bin terhadap Yuna. Inikah cinta yang sebenarnya?
Rain Over Me karya Arini Putri merupakan kisah cinta yang pelik, namun menyenangkan untuk diikuti. Kehadiran seseorang nyatanya memang mampu mengubah hidup orang lain. Kebersamaan menimbulkan rasa ingin melindungi yang lebih dalam terhadap sesama. Namun, semua itu berbeda dengan cinta. Novel yang diterbitkan GagasMedia ini tidak hanya mengajak kamu untuk menyaksikan cinta segitiga antara Kim Hyu-Bin, Yuna, dan Han Chae-Rin. Tetapi juga cinta lain yang bertepuk sebelah tangan. Keihklasan mungkin menjadi jalan bagi mereka yang cintanya tak berbalas. Meski demikian, yakinlah bahwa cinta lain sedang menunggu untuk menyapa kembali. Manis, romantis, dan menyentuh hati.
BOOK review
Started on: 8.Juni.2012
Finished on: 9.Juni.2012
Judul Buku : Best Friends Forever
Penulis : Orizuka
Penerbit : Puspa Populer
Tebal : 168 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 22,400 (www.puspa-swara.com/)
Rating: 4/5
Buku ini menceritakan kembali 4 sahabat baik; Sid, Cokie, Rama, dan Lando - yang diceritakan di High School Paradise dan Love United.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Penulis : Orizuka
Penerbit : Puspa Populer
Tebal : 168 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 22,400 (www.puspa-swara.com/)
Rating: 4/5
Buku ini menceritakan kembali 4 sahabat baik; Sid, Cokie, Rama, dan Lando - yang diceritakan di High School Paradise dan Love United.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Buku ini dimulai dengan menceritakan bagaimana keempat sahabat ini bertemu; yaitu saat mereka masih duduk di bangku SMP Indonesia Jaya. Dimulai dari Sid, atau lengkapnya Sidharta Gautama; cowok berambut pirang yang pada hari pertamanya menemui banyak orang. Pertemuan pertamanya adalah ketika ia tak sengaja menginjak sepatu salah seorang murid, yang ia temukan bernama Orlando Aryan - atau lebih akrab disebut Lando. Orang kedua yang ia temui bermaa Cokie - yang berhasil membuat sekumpulan murid perempuan berkerumun di sekelilingnya, mengagumi sosoknya yang tampan. Dan yang terakhir adalah ketika ia melihat seorang murid yang tampak tenang dan terlihat seperti cerminan murid teladan yang bernama Rama.
Setelah perkenalan tentang bagaimana mereka bertemu pada awalnya, buku ini dilanjutkan dengan beberapa cerita pendek yang fokus pada setiap karakter satu-persatu. Dimulai dari cerita tentang kehidupan Lando yang berjudul Things to Treasure. Dalam bab ini, dikisahkan bagaimana dulu Lando adalah anak dengan keluarga yang berantakan, sehingga ia tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Hal tersebut membuatnya terjerumus dalam pergaulan yang salah selama beberapa waktu. Sampai kemudian ia dipertemukan dengan Sid, Cokie, dan Rama. Awalnya Lando menolak setiap kali ia diajak bermain sepakbola bersama mereka; namun lama-kelamaan, ia mulai merasa nyaman bersama dengan mereka.
"Sekolah hanya untuk orang-orang kaya dan pintar. Dia tidak seberuntung itu."Dilanjutkan dengan kisah Rama dengan judul You're Not Alone; yang menggambarkan dengan baik sifat dan karakter Rama yang dewasa dan berhati baik. Dimulai dari teman sekelas Rama yang bernama Wisnu, yang sudah absen untuk waktu yang cukup lama. Sebagai seorang ketua kelas yang baik, Rama mengantarkan catatan pelajaran ke rumah Wisnu. Akan tetapi yang tidak ia sangka, ia akan menemukan Wisnu berbaring lemah, setelah ia menjalani operasi untuk kanker otaknya. Tidak hanya itu, Rama pun mendapati kakak Wisnu yang bernama Lara menyimpan amarah dan kebencian terhadap adiknya. Dalam cerita singkat ini, dikisahkan bagaimana Rama pantang menyerah dan berusaha keras untuk membuat Lara mengerti dan menghapus kepahitan yang ada dalam hatinya.
"Detik berikutnya, Rama menyadari bahwa hidup itu terlalu singkat untuk disia-siakan."Cerita tentang Sid, jika dibandingkan dengan dua kisah sebelumnya akan terkesan lebih ceria dan menyenangkan. Dengan judul Confession of the Drama Queens, cerita pendek ini adalah tentang Sid dan pacarnya yang bernama Julia. Permasalahannya terletak pada adik Julia yang bernama Tasya, yang sepertinya menaruh hati pada Sid. Akan tetapi Tasya belum mengetahui kenyataan bahwa Sid telah berpacaran dengan Julia. Cerita yang konyol sekaligus menghibur ini menceritakan kesulitan yang harus mereka lalui setelah Tasya mengetahui kenyataan tersebut.
Karakter terakhir adalah Cokie; dalam ceritanya yang berjudul Good Bye, diceritakan tentang hubungannya dengan Via sebagai sepasang kekasih yang sedang dilanda banyak masalah. Sebagai seorang perempuan yang memacari mantan playboy, Via harus melewati banyak cobaan dan ejekan dari banyak orang yang tidak bisa mempercayai bahwa Cokie memilihnya. Lewat cerita ini, ditunjukkan betapa susahnya mempunyai pacar yang sangat tampan dan dikagumi orang banyak, sedangkan Via sendiri hanyalah perempuan biasa saja.
"Tanpa gue sadari, gue ada di area nyaman, tapi nggak buat dia. Gue nggak pernah tahu gimana perasaan dia. Gue pikir dia seneng pacaran sama gue, kayak cewek-cewek lainnya. Gue nggak tahu, gue nggak pernah tahu."
"Dalam hati, semua orang pun berharap, bahwa apa pun yang terjadi, persahabatan mereka tidak berubah dan mereka tetap bisa bersama seperti ini."
Selasa, 12 Juni 2012
appuccino E-Liquid
Price:
$4.95
Shipping:
Calculated at checkout
Description
Cappuccino E-Liquid
Product Reviews
-
Beats Starbucks!
Posted by Pat on 11th Jun 2012I was hooked on a flavor from another supplier, which of course the stopped making. This flavor finally cured that craving. It is also useful for stopping those always annoying people who refuse to let you vape in peace in public. Once they can smell the flavor they are no longer convinced that you are somehow covertly smoking in their presence.
Chris is outstanding.. Runs this business the way all should. Nowadays good advertising isn't enough. Good product and great service will get you there. I have taken note of his manner of operation and incorporated some to my business. It can only help. This is the way to keep clients. You have a faithful client here!
-
Pretty decent.
Posted by Mitch on 27th Apr 2012Good coffee taste, but has an after taste similar to a tootsie roll, which is not my favorite. Still a decent vapor, though!
-
Best Cappuccino I've Ever Had!
Posted by Chuck on 8th Apr 2011This is my main vaping flavor and I've tried this flavor from many vendors over the past two years. From the first puff, the flavor stood out as the best I've tasted and works perfectly with my eGo. Customer Service at MFS is the best I've had as well...Service the way it used to be in "the good ole days". Chris stands behind his products and that's given me satisfaction to know that he truly cares about his customer base. Since doing business with MFS, they are now the only vendor I use for my E-Cig needs. Customer loyalty for a well deserving business!
-
Nice soft but noticeable taste
Posted by BrandiB on 10th Feb 2011I love it. Still new to vaping - bought some liquids from MFS to refill my cartos for the first time. I ordered the Strong flavor, PG/VG 15%. Nice throat hit, soft but noticeable, and the flavor is not too strong but just enough to be pleasurable. Does not have a strong coffee taste, very smooth, a bit sweet and creamy. Love it!
-
Perfect morning vape
Posted by ScottinSoCal on 16th Jan 2011I don't usually like a strong throat hit, but first thing in the morning that's exactly what I want - like taking a puff off my old Marlboro red 100s. This stuff provides that, without the dirty ashtray taste.
I got 24mg strength, extra flavor. Good flavor, just a hint of creamy smoothness, and excellent throat hit. I can't wait to try it on my new variable voltage PV, I expect the flavor will be even better, and the throat hit more intense.
-
My Morning smoke & one that Iet all taste.
Posted by DrTorchwood aka J.Naipier-Kane on 25th Nov 2010I took a bit of time adjusting to vaping first thing in the morning...
I love my Dunhill juice from MFS, but I still felt a want for something else when I opened my eyes.
Site was out of coffee juice, this was I thought perhaps the next best thing.
For me it turned out to be the BEST thing...
I mix it up with my Dunhill juice at a 50/50 ratio of 24mg each.
It is a sublime way to vape my eyes open first thing & the wife just loves the smell.
Anybody that asks to try my E-Cigs, apart from telling them about MFS, I give them a blast of this juice to show that it's not always about tobac' flavors.
Also quite handy for that undercover vape' whilst in line at Starbucks or walking around the supermarket.
Its a wonderful flavor, taste & is perhaps one of the more discreet juices to smoke around others as people pick up on the wonderful aromas.
Langganan:
Postingan (Atom)



