_JANJI SANG SENJA_
kala mentari mulai surup
&
badai mulai begrejolak
kasih ini tetap di sini
&
tetap utuh
dengan berselimut
kesetiaan dan kepercayaan
&
terkadang gejolak api ini
masih simpang siur
kemudian......
dengan ikhlasnya memporak
porandakan
ikatan yang suci itu,
mungkin tatkala aku
terbaring lunglai
di bawah langit senja
janji itu akan ku minta
sesuai dengan kemampuan
dan kesanggupanku dalam memilih kepastian
ketika rindu itu
senandung alunan itu......
mengalir lembut terhempas semilir angin
memadukan lirik dengan nada yang selaras
bagaikan tarian jemari sang mozart
sendu memang di hadapi
namun rindu bila di hayati....
memang!!!
terlalu sering rinai hujan menemaniku
dalam kesendirian
tatkala pelukan erat mendarat mendekap
padaku
kala rinai hujan membasahi ragaku
dalam kerinduan yang tak bisa ku
ungkapkandalam bentuk
hukum aljabar ataipun kirchoff.
karena rindu itu tak dapat di ukur
dengan apapun
kala senja mengundang malam
saat keluh kesah menetap dalam relung
saat itu juga gejolak api mendorong
hembusan angin menuju lubang keputusasaan
gelap...!!!
mata ini meraba cahaya
gelap....!!!
hati ini teramat kosong & hampa
deruan halilintar hadir
ibarat,
gejolak api yang memuncak
perlahan namun pasti
butiran lembut sang rinai hujan
menemaniku dalam kesunyian malam.
kala senja,adalah kebahagiaanku
kala malam menyapa,adalah nestapaku
THIS
IS MY PAGE PART VI
Takaran cintaku untuk-Mu
Nyawaku serasa melayang di
terjang angin,,,,
Meliup-liup bak buih-buih
yang berterbangan,,,,
Aku sendiri berpelipur
lara mengharapkan kehadiran itu,,,,,,
Merasa sebagai budak yang
tak pantas tuk di hina,,,,
Namun,,,,,,,,
Kini ku merasa nyawaku
terperanjat tersayat belati,,,,,
Maaf,,,,,
Imanku terlalu mudah
goyah,,,,
Aku tak bisa merasakan apa
itu khusyu’......
Berharap akan pembelaan
itu datang,,,,
Yaa rabb,,,,,
Hanya Engkaulah tempat ku
mengadu,,,,,,,
Kuatkanlah imanku,,
Layaknya para petinggi
agama di sana,,,,,,
Karena ku cinta Kau,,,,
Tak terhingga itulah
takaran cintaku untuk Mu,,,,,,,,,
SIAPAKAH
AKU?????
Nyaliku
menciut searah waktu yang terus berjalan,,,,,
Berperangaikan
roda kehidupan yang terus berputar......
Aku
berpelipur lara bak mentari yang takan bisa menyinari selamanya,,,,,
Seakan
hidup di kota mati yang hampa akan kenyataan dan harapan,,,,
Mungkin
dunia takkan bisa menjawab pertanyaanku,,,,,,
Mengartikannya
saja tak bisa...
Apalah arti
semua itu,,,,,
Mungkin de
javu,,,,,,,
Ini
hidupku,,,,biarlah aku yang akan mengembara melewati terjangan samudra dan
teriknya matahari,,,,,,,karena aku bukanlah seseorang yang telah pupus,,,,,,,
Created by:
_Sang imajiner ulung_